Sabtu, 10 September 2016

Profil Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian
3.1.1 Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pemerintah Kecamatan
            Pemerintah Kecamatan Jatinunggal sebagai perangkat Pemerintah di daerah mempunyai tugas pokok dan fungsi membantu kepala daerah dalam membantu kepala daerah dalam melaksanakan tugas Bupati pada penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan Untuk melaksanakan tugas dan Fungsi pemerintahan sesuai dengan kewenangannya adalah sebagai berikut:
1.      Pengkoordinasian kegiatan pemberdayaan masyarakat
2.      Pengkoordiasian upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum
3.      Pengkoordinasian penerapan dan penegakan peraturan perundang – undangan
4.      Pengkoordinasian pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum
5.      Pengkoordinasian penyelenggaraan kegiatan pemerintah di tingkat kecamatan
6.      Pembinaan penyelenggaraan pemerintah desa dan atau Kecamatan
7.      Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
3.1.2 Struktur Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi
                   Berdasarkan peraturan Bupati Sumedang Nomor 02 Tahun 2014 tentang uraian tugas jabatan struktural pada Kecamatn Jatinunggal Kabupaten Sumedang bahwa Susunan Organsasi Kecamatan Jatinunggal adalah sebagai berikut :

Gambar 3.1 Stuktur Organisasi
Kecamatan Jatinunggal
CAMAT
 



          
Kasi Tata Pemerintahan
Kasi Sosial
Kasi Pelayanan umum
Kasi PMD
Kasi Trantib

Kelompok Jabatan Fungsional
Subbag Program
Subbag Umum dan Kepegawaian
Subbag Keuangan
SEKCAM
        












Sumber Kecamatan Jatinunggal
Uraian tugas Camat adalah sebagai berikut:
1.      Menetapkan administrasi dan mengawasi kegiatan berkaitan dengan ketatahusahaan, rumah tangga, keuangan dan kepegawaian
2.      Mengawasi koordinasi kegiatan pemberdayaan masyarakat
3.      Mengawasi koordinasi penerapan dan penegakan peraturan perundang – undangan
4.      Mengawasi koordinasi pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum
5.      Mengawasi koordinasi penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di kecamatan
6.      Mengawasi pembinaan penyelenggaraan desa dan atau kecamatan
7.      Mengawasi pelayanan masyarakat berdasarkan pelimpahan sebagaian tugas dari bupati
8.      Mengawasi pelayanan masyarakat berdasarkan urusan yang belum atau tidak dapat dilaksanakan oleh desa dan atau kecamatan
9.      Mengawasi pembinaan dan pengawasan tertib administrasi pemerintahan desa dan atau kelurahan
10.  Mengawasi pemberian bimbingan, supervisi, fasilitasi dan konsultasi pelaksanaan administrasi desa dan kecamatan
11.  Mengawasi pembinaan dan pengawasan terhadap kepala desa dan atau lurah
12.  Mengawasi pembinaan dan pengawasan terhadap perangkat desa dan atau kelurahan
13.  Mengawasi evaluasi penyelenggaraan pemerintahan desa dan atau kecamatan ditingkat kecamatan
14.  Menetapkan akta tanah
15.  Mengawasi administrasi pertanahan dan pelaksanaan ke PPAT /an
16.  Mengawasi dan mengendalikan pelayanan administrasi umum bidang tata pemerintahan pemberdayaan masyarakat dan desa, sosial, pelayanan umum dan ketentraman dan ketertiban umum
Dalam melakanakan tugas pokok dan tugas Camat dalam upaya kecamatan mengentaskan kemiskinan secara struktural dan kultrural dibanatu kepala seksi sosial dengan uraian tugas adalah sebagai berikut :
1.      Melaksanakan koordinasi kegiatan pemberdayaan masyarakat dibidang sosial
2.      Melaksanakan pelayanan masyarakat berdasarkan pelimpahan sebagaian tugas bupati dibidang sosial
3.      Melaksanakan inventarisasi dan fasilitasi penanggulangan masalah kesejahteraan sosial
4.      Melaksanakan fasilitasi pembinaan di bidang keagamaan, ketahanan keluarga, dan pemberdayaan perempuan serta kegenerasi muda
5.      Menyusun usulan strategi pemberdayaan sosial lokal
6.      Melaksanakan penenggulangan dini penyakit masyarakat dan bencana alam
7.      Melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan bidang tugasnya
3.1.3  Visi , Misi, Tujuan, Sasaran Dan Kebijakan
3.1.3.1 Visi dan Misi
            Dengan memperhatikan isu strategis, kondisi saat ini, tantangan dan peluang, vivi Misi dan program Bupati dan wakil Bupati , maka perlu di susun dokumen perencanaan Kecamatan Jatinunggal untuk 5 (lima ) tahun kedepan RENSTRA 2014 – 2018 yang dijadikan pedoman dalam penyusunan Rencana kerja Tahun dengan visi sebagai berikut: “ JATINUNGGAL SEJATI ”  SEJAHTERA, AGAMIS, TERAMPIL DAN INOVATIF PADA TAHUN 2018”
Dalam rangka mewujudkan Visi yang telah dirumuskan Misi sebagai berikut :
1.      Peningkatan kualitas pelayanan Aparatur Pemerintah Kecamatan Jatinunggal
2.      Peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan
3.      Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, produktif, bertaqwa dan berbudaya
4.      Peningkatan insfastruktur dan perekonomian masyarakat, pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya tradisional
Dengan program prioritas sebagai berikut:
1.      Pembinaan ahlak/moral masyarakat dan peningkatan fasilitasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, seni budaya, olah raga dan kepemudaan dan peningkatan kesejahteraan sumber daya manusianya
2.      Penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan
3.      Pembangunan / perbaikan infrastuktur dan permasalahan warga yang terkena genangan waduk Jatinunggal
4.      Reformasi birokrasi dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang baik,bersih dan berwibawa
5.      Peningkatan kesejahteraan petani dan fasilitasi permodalan usaha kecil, koperasi dan perlindungan pasar  tradisional
6.      Peningkatan kapasitas anggaran pembangunan desa, pemerintah desa  RT/RW
7.      Peningkatan kualitas dan kesejahteraan Aparatur pemerintah.
3.1.3.2  Tujuan dan Sasaran
            Tujuan adalah penjabaran / implementasi dari pernyataan Misi yang berisi tentang sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan pada jangka waktu 1 ( satu ) sampai 5 (lima ) tahun ke depan.
            Kecamatan Jatinunggal menetapkan tujuan sebagai penjabaran Misi yang akan dicapai sebagai berikut :
1.      Mewujudkan managemen pemerintah yang baik  dan kepuasan publik
2.      Meningkatkan pembinaan dan fasilitasi stimulan bantuan dana kepada masyarakat
3.      Meningkatkan layanan pendidikan latihan, kesehatandan pendidikan keagamaan
4.      Meningkatkan kualitas  inspastruktur, fasilitas perekonomian masyarakat dan pelestarian budaya
Sasaran adalah penjabaran dari tujuan secara terukur yaitu sesuatu yang akan dcapai dihasilkan secara nyata oleh instansi pemerintah. Tujuan diatas  diharapkan dapat dicapai melalui penjabaran dalam bentuk sasaran  yang  ditetapkan   sebagai beikut :
1.      Meningkatnya peran lembaga pemerintahan kecamatan dan desa
2.      Meningkatnya kualitas aparatur pemeritah dan desa
3.      Meningkatnya kualitas dan kuantitas  sarana dan prasarana
4.      Meningkatnya kesejahteraan aparatur pemerintah dan biaya operasional OPD dan desa
5.      Meningkatnya pembinaan dan sosialisasi program pemberdayaan masyarakat
6.      Meningkatnya fasilitasi bantuan program pemberdayaan masyarakat
7.      Meningkatnya akses masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan 12 tahun
8.      Meningkatkan kualitas layanan kesehatan
9.      Meningkatnya pembinaan dan even budaya tradisional



3.1.3.3  Strategi dan Kebijakan
       Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran serta penetapan kebijakan,program dan kegiatan dengan memperhatikan kondisi lingkungan internal dan lingkungan eksternal sebagaimana telah diuraikan pada  bab sebelumnya dirumuskan strategi sebagai berikut:
1.      Pendayagunaan aparatur pemerintah di tingkat kecamatan dan tingkat desa untuk menciptakan tata kerja pelayanan publik yang profesional, efektif dan efisien.
2.      Peningkatan fasilitas dan pendayagunaan dana BLM untuk meningkatkan partisifasi dan gotong royong masyarakat dalam proses pembangunan
3.      Peningkatan koordinasi lintas sektoral,peran lembaga kemasyarakatan dalam penyelanggaraan program peningkatan kualitas sumber daya manusia
Adapun kebijakannya sebagai berikut :
1.      Meningkatkan kualitas SDM aparatur, sarana prasarana kerja dan penyederhanaan prosedur pelayanan publik
2.      Meningkatkan peran serta masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan
3.      Meningkatkan kualitas pendidikan formal, pelatihan keterampilan/ wirausaha, pembinaan kehidupan beragama dan pelestarian budaya
4.      Meningkatkan pengelolaan dan penyediaan infrastuktur, produktifitas sumber pendapatan masyarakat dan pengembangan kepariwisataan.


3.1.4 Susunan Kepegawaian dan Perlengkapan
Tabel 3.1
Jumlah Pegawai
No
Jabatan
Pangkat/Gol. Ruang
Jumlah
1
Camat

1
2
Sekretaris Camat

1
3
Kasi Pemerintahan

1
4
Kasi Ketentraman dan Ketertiban umum

1
5
Kasi Pemberdayaan masyarakat

1
6
Kasi Sosial

1
7
Kasi Pelayanan umum

1
8
Kasubag Keuangan

1
9
Kasubag Umum

1
10
Kasubag Program

1
11
Pelaksana PNS

14
12
Satpol PP Sukwan / PNS

8
13
Pelaksana Sukwan

12
14
Operator SIMDUK

1

Jumlah

44

                             Dari tabel di atas dapat di lihat jumlah pegawai sebanayak44 orang merupakan kekuatan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang untuk melayani kebutuhan masyarakat dalam hal pelayanan dan pembangunan.
3.1.5 Fasilitas Kantor
               Untuk mennjang kegiatan dan produktivitas kerja Kecamatan Jatininggal
Kabupaten Sumedang dilengkapi dengan  sarana dan prsarana, meliputi :
Tabel 3.2
No
Sarana dan Prasarana
Jumlah
1
Kendaraan Roda Empat (mobil)
2
2
Kendaraan Roda dua ( motor )
7
3
Komputer
4
4
Televisi
3
5
Kursi tamu
1


Tabel 3.3
Jumlah Penduduk
No
Desa
Jumlah Keluarga
                  Jumlah Penduduk
Laki – laki           Perempuan   Jumlah
1
Pawenang
1,723
2,714
2,358
5,072
2
Sirnasari
1,591
2,713
2,649
5,362
3
Tarikolot
1,395
2,519
2,146
4,665
4
Sarimekar
2,553
3,785
3,578
7,363
5
Banjarsari
2,148
2,715
3,187
5,902
6
Kirisik
1,999
3,297
3,178
6,475
7
Cipeundeuy
1,818
2,503
2,519
5,002
8
Sukamanah
1,907
2,716
2,527
5,243
9
Cimanintin
1,206
2,717
1,652
4,369
Total
16,340
25,679
23,794
49,473


3.2 Desain Penelitian
                   Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif atau sering disebut naturalistik, karena penilaiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (Natural seting).
                 Metode penelitian kualitatif ini digunakan karena dianggap lebih mudah dalam menyesuailkan dengan kenyataan-kenyataan  yang dihadapi dilapangan. Hal ini sesuai dengan pendapat Moleong (2002 : 17 ) sebagai berikut
                 Metode kualitatif ini digunakan karena beberapa pertimbangan :
1.    Dapat menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan-kenyataan ganda
2.    Metode ini menyajikan secara langsung hakekeat hubungan antara peneliti dan responden
3.    Metode ini lebhih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapai.
Adapun Metode penelitian menurut Sugiyono (2005 : 1 ) mengemukakan bahwa:
Metode penelitian Kualitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti pada objek yang alami, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data dilakukan secara Trigulasi (penggabungan). Data yang dihasilkan bersifat deskriftif, dan analisis data dilakukan secara induktif, hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
            Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode pendekatan kualitatatif. Pendekatan kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriftif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau pelaku yang dapat diamati. Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik( utuh ) (Moleong, 200 : 5 ).
Pemulis sajikan gambar desain penelitian pada gambar berikut :













Gambar 3.2
Desain Penelitian
Studi pendahuluan
Fokus Masalah
Kisi-Kisi Penelitian
Metodologi Penelitian
Penelitian
Prosedur Penelitian
Penentuan Sasaran
Kisi –Kisi Pertanyaan
Informan Penelitian
Penyajian Data
Reduksi Data
Conclusion Drawing/ verification
Observasi Wawancara
 




















                                   

       Dalam penelitian ini yang diamati adalah proses upaya Kecamatan dalam mengatasi hambatan dalam efektifitas pada pelayanan publik di Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang
Penggunaan metode kualitatif dalam penelitian ini diharapkan data menjadi lebih lengkap dan bermakna. Dengan demikian penggunaan metode kualitatif dalam suatu penelitian dapat diperoleh data yang lebih tuntas, pasti, sehingga dapat memiliki kredibilitas  yang tinggi sehingga tujuan penelitian dapat dicapai.
3.2 Penentuan Sasaran dan Informan Penelitian
3.3.1 Penentuan Sasaran
Menurut Sugiono (2003 : 90 ) mengemukakan bahwa : “ Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari atas : Objek – Subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah penentuan sasaran pada Kecamatan Jatinunggal yaitu informan penelitian sebanyak 1 orang.
Husaini, dkk ( 1995:84) menyatakan bahwa dalam penelitian yang bersifat kualitatif, tidak dikenal adanya populasi melainkan hanya sampel yang terdiri dari responden yang ditentukan secara  purposivesesuai dengan tujuan penelitian,dimana yang menjadi responden hanyaa sumber yang dapat memberikan informasi yangrelevan dengan tujuan penelitian. Informan adalah orang yang berada pada lingkup penelitian, artinya orang yang dapat memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian.
Untuk memperoleh data secara representatif, maka diperlukan informasi kuci yang memahami dan mempunyai kaitan dengan permasalahan yang sedang dikaji. Dalam penelitian ini informan yang peneliti maksudkan adalah para aktor yang terlibat dalam proses upaya mengatasi hambatan dalam efektifitas kerja pada  pelayanan publik di Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang.
Tabel 3.4
Populasi Penelitian
No
Jabatan
Pangkat/Gol. Ruang
Jumlah
1
Camat

1
2
Sekretaris Camat

1
3
Kasi Pemerintahan

1
4
Kasi Ketentraman dan Ketertiban umum

1
5
Kasi Pemberdayaan masyarakat

1
6
Kasi Sosial

1
7
Kasi Pelayanan umum

1
8
Kasubag Keuangan

1
9
Kasubag Umum

1
10
Kasubag Program

1
11
Pelaksana PNS

14
12
Satpol PP Sukwan / PNS

8
13
Pelaksana Sukwan

12
14
Operator SIMDUK

1

Jumlah

44


3.3.2 Informan Penelitian
     Menurut Sugiyono (2003 : 91 ) menyebutkan bahwa Sampel adalah sebagaian dari jumlahkarakteristik yang dimiliki Populasi tersebut.
Tabel 3.5
Informan Penelitian
No
Unit Organisasi Kecamatan Jatinunggal
Jumlah
1
Kasi Kepegawaian
1

Jumlah
1

  Penyusun mengambil sejumlah orang tersebut di atas berdsarkan pertimbangan bahwa yang bersangkutan berkompeten dan bertanggung jawab menegenai proses uapaya mengatasi hambatan dalam efektifitas kerja pada pelayanan publik di Kecamatan Jatinunggal secara keseluruhan maupun sebagian tergantung tugas pokok, uraian tugas dan tingkat wewenang serta tanggung jawabnya.
Sedangkan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebutuhan. Maka sampel dalam penelitian ini adalah Kasi Kepegawaian 1 orang. Yang dijadikan sampel informan penelitian dikarenakan berdasarkan ertimbangan bahwa yang bersangkutan berkompeten dan bertanggung jawab mengenai proses upaya mengatasi hambatan dalam efektifitas kerja pada pelayanan publik.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
                 Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, dilakukan dengan cara :
1.      Studi Kepustakaan,peneliti yang dilakukan melalui sumber-sumber yang akurat dari buku-buku atau pelayanan publik yang berhubungan dengan msalah yang diteliti.
2.      Studi Lapangan
a.       Observasi, yaitu kegiatan yang terencana, terarah, sistematis untuk memperoleh data dan informasi tentang suatau proses kegiatan dimana eneliti juga bersikap  sebagai pelaku
b.      Wawancara, adalah percakapan yang dilakukan dengan maksud tertentu. Wawancara itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara ( interviewer) yangmengajukan pertanyaan, dan yang diwawancarai ( interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut ( Moleong, 2002 : 135 ).
c.       Dokumentasi, yang merupakan pengumpulan data dengan mengkaji dokumen atau arsip yang ada kaitannya dengan permsalahan yang akan diteliti.
3.5 Prosedur Pengolahan Data
       Teknik pengumpulan data model Miles dan Huberman yang diterjemahkan  oleh Sugiyono ( 2005:95) dalam penelitian ini, dilakukan dengan cara :
1. Reduksi Data
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting serta mencari tepat polanya Dengan demikian data yang telah direduksikan memberikan gambaran yang jelas mengenai msalah yang diteliti, memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya serta mencarinya bila diperlukan kembali.
2. Penyajian data
Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan hubungan antar kategori yang sejenisnya.
3. Conclusion Drawin/ Verification
Penarikan kesimpulan atau verifikasi kesimpulan ini merupakan temuan baru yang berupa deskripsi atau gambaran dari objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap, sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausalitas atau interaktif serta hipotesis ( teori )
4. Trigulasi ( gabungan )
Teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpilan data serta sumber data yang telah ada.
Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengolahan data adalah sebagai berikut:
1. Hasil penelitian melalui studi kepustakaan dituangkan dalam bentuk kutipan yang dilengkapu dengan sumber yang dikutip.
2. Data hasil penelitian dengan wawancara dituangkan dalam bentuk rangkuman hasil tanya jawab yang dituangkan secara verbal ( kalimat )

3.6 Lokasi dan Jadwal penelitian
       Lokasi yang dijadikan objek penelitian ini adalah Kecamatan Jatinunggak Kabupaten Sumedang. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan mulai bulan april sampai dengan bulan september 2016, dengan Jadwal penelitian sebagai berikut:
Tabel 3.6
Jadwal Penelitian


No
Fase Kegiatan
Bulan/Mingu
Ket
Mei
2016
Juni
2016
Juli
2016
Agustus
2016
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4

  1
Tahap Persiapan


















a.       Studi literature


















a.       Perizinan


















b.      pengajuan judul


















c.       penyusunan proposal penelitian

















 2
Tahap pelaksanaan


















a.       observasi


















b.      wawancara

















3
Penyusunan laporan


















a.       pengolahan data


















b.      analisis data


















c.       penyusunan laporan


















d.      pelaporan

















1 komentar:

  1. babyliss pro titanium - Titanium Sports
    The official website of ceramic or titanium flat iron the sports betting and titanium stud earrings entertainment industry. croc titanium flat iron · Official website stiletto titanium hammer of the TOTO black titanium (TOTO) sportsbook, Toto.

    BalasHapus